Senin, 10 Februari 2014

BUAH DURIAN

  • PENGANTAR 
Durian adalah nama tumbuhan tropis yang berasal dari wilayah Asia Tenggara, sekaligus nama buahnya yang bisa dimakan. Nama ini diambil dari ciri khas kulit buahnya yang keras dan berlekuk-lekuk tajam sehingga menyerupai duri. Sebutan populernya adalah "raja dari segala buah" (King of Fruit). Durian adalah buah yang kontroversial, meskipun banyak orang yang menyukainya, namun sebagian yang lain malah muak dengan aromanya.

  • SYARAT TUMBUH
    1. Iklim : Tropis
    2. Ketinggian : 50 – 1000 Dpl  
    3. Intensitas Cahaya Matahari : 40 – 50%  
    4. Suhu : 22 – 30 oC
    5. Curah Hujan : 1500 – 2500 mm pertahun
    6. Siklus Hujan :  bulan basah selama 9 – 11 bulan pertahun dan bulan kering selama 3 – 4 bulan untuk proses pembuangan. 
    7. Spesifikasi Tanah : gembur, subur dan bersolum cukup dalam, serta tanah lapisan bawah tidak berlapis liat yang bersifat kedap air sampai kedalaman 3 meter. 
    8. Derajat Keasaaman Tanah : 6-6,5

  • PENANAMAN 
    1. Pemilihan Bibit :
      • Bibit Sehat dan Segar
      • Bebas Hama dan Penyakit
      • Daunya banyak
      • Batangnya kokoh dan percabanganya 2 – 4 arah
      • Pada batang terlihat adanya perkembangan tunas-tunas baru
      • Keseimbangan antara tinggi tanaman dengan jumlah daun
      • Siapkan Jenis dan Varietas bibit:
        1. Durian Montong Daun Lebar
        2. Durian Montong Daun Kecil
        3. Durian Bangkok
        4. Durian Lokal
        5. Durian Petruk
       
    2. Penanaman bibit
    3.  
Persiapan awal dalam penanaman bibit terlebih dahulu lahan dibersihkan dari tanaman lain yang kira – kira mengganggu sinar matahari, karena tanaman durian sangat membutuhkan sinar matahari penuh untuk pertumbuhanya. Jarak tanaman yang ideal adalah dengan ukuran 10 x 10 m atau batas minimal jarak penanaman 8 x 8 m.Dengan pola jarak tanam ini maka tanaman tidak saling berebut unsur hara, penyebaran penyakit tidak mudah menyebar dan sinar matahari efektif menembus tanaman. Lubang tanam yang telah dibuat kemudian didiamkan/dikosongkan selama tiga sampai satu minggu, hal ini dilakukan dengan maksud agar gas – gas beracun dalam tanah akan hilang sehingga tanaman akan tumbuh dengan oftimal. Penanaman dilakukan setelah lubang terlebih dahulu dikosongkan dengan posisi menghadap matahari pagi serta bentuk penanaman berbentuk kerucut/donat hal ini dimaksudkan untuk menghindari genangan air pada sekitar lubang tanaman. Tahap akhir dari proses penanaman adalah penyiraman dengan air disekitar tanaman sebanyak -+10 liter air. 
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar